Tips Sukses Hardy Classic : Bersyukur dan Berdoa

Totalautomania.com, Bekasi (16/09) – Hardianto adalah nama asli pemilik Classic Car Interior, bapak yang kini berkarir di bidang jasa modifikasi interior kendaraan di Bekasi. Hardi mulai membuka usaha sejak 2010 dan berhasil mengangkat namanya berkat keahliannya yang patut diacungin jempol.

Sejak membuka bengkel jok di Pekayon Raya, Bekasi nama Hardy Classic dilirik sebagai modifikator papan atas selain designnya yang bagus juga mulai dilirik oleh para artis dan para pengusaha yang tentu kelas menengah atas. Hasilnya, ia sangat puas dengan capaian saat ini, namun ia tidak lupa dengan jejak kesuksesannya.

Alhamdulillah saat ini saya banyak dikenal orang, bisa mencapai saat ini berkat usaha dan niat baik. Tiap hari kita ditempa dengan tantangan,” ujarnya kepada Totalautomania kemarin (13/09) di workshopnya. Namun tidak hanya itu, jangan salah, Hardi awalnya justeru bercerita. Ia mengisahkan awal mulanya yang tidak mulus.

Seperti yang sudah dikisahkan, memang benar, dulu saya mulai di bawah sebagai pemulung. Dan itu cerita masa lalu saya, saya sangat saya ingat untuk berangkat menjadi sukses,” ungkapnya sambil mengulas media-media mana yang sudah menceritakan kisah suksesnya. Di balik itu Hardi malah menegaskan, tidak semua orang bisa sukses tanpa melampau hal-hal ini.

Hardi mulai menceritakan kunci sukses seseorang yang justeru sangat mudah dicerna. Namun ia tidak menampik, justeru dari hal-hal kecil ini sering kita lewatkan. Dan, ia pun mulai menguraikannya apa saja.

Pertama kita harus berdoa dan menjalankan aktivitas dengan niat yang baik,” ungkapnya. Seperti nasehat baik saat kecil dalam keluarga dan para guru di sekolah, cara ini ia lakukan untuk menjadi awal mula kesuksesan sesorang. Tanpa melakukan hal seperti ini sepertinya tidak akan bernilai apalagi doa dalam keyakinan setiap agama sangat dianjurkan dan hasilnya akan berujung berkah.

Melihat kesibukan para seatmaker Hardy menggambarkan banyak sekali kesibukan namun doa sering terlewat. “Padahal sangat mudah, dengan berdoa kita berharap akan mendapa rizki yang didapat hari itu seperti apa, meskipun semuanya ada yang menentukan dari Tuhan. Makanya jangan sampai melewatkan yang namnya do’a,“ katanya panjang.

Apalagi di saat banyak persaingan tiap usaha memerlukan cara-cara sendiri supaya maju, namun cara itu dalam kerangka positif untuk berkembang sekaligus mempertahankan usahanya. Nah, sampai kondisi sedang sulit ini pun, doa itu sangat berguna sebagai niat positif buat para pelaku usaha. “Terutama kita, di bidang jok sangat mendukung dan akan mendatangkan hal positif pula,” terangnya.

Berikutnya adalah pelajaran hidup tentang ikhlas,” kata Hardy santai. Hardy yang sebelumnya pernah menceritakan di media detik.com mengingatkan pentingnya bersikap terima apa yang kita dapatkan. Ia sebelumnya pernah dibayar dengan upah yang minimum,.

Saya terima berapapun sesuai apa yang saya kerjakan, itu dulu,” katanya mengisahkan saat masih di MGK pada 1998. Tapi yang terpenting menurutnya, ikhlas ini mengajarakan kita kepada tingkatan orang yang berjiwa besar, bisa bertahan terhadap tantangan dan modal untuk mendapatkan peluang yang lebih baik, tambahnya.

Buktinya Hardi menyimpan kata-kata itu hingga ia pun bersyukur sampai sekarang. Nama Hardianto mulai dilirik para artis dan pertama kali memodifikasi bagian interior mobil milik Youtuber Atta Halilintar. Selain itu ia juga pernah mempermak jok Toyota Camry Lucinta Luna dan merestorasi BMW 320 kepunyaan Ammar Zoni. baru-baru ini ia kedapatan order memodifikasi bagian dalam Lamborghini Aventador Raffi Ahmad.

Berikutnya, Hardi menuturkan ungkapan yang serius. “Kita harus menghormati orang tua dan mendoakannya selalu,” katanya. Kalimat ini sangat dipegang Hardi untuk mengingat kisah dan perjuangan orang tuanya selagi kecil. Hardi mengaku ia pernah khilaf, pria kelahiran Blora, Jawa Tengah, ini memutuskan mengadu nasib ke ibu kota dan merupakan bentuk pelarian atas sikap kenakalan saat remaja saat itu. Hingga searang tak lupa ia mendoakan orang tuanya.

Tahun 2007 itu saya mulai merantau dari Blora ke Jakarta. Ketika di desa, saya bisa dikatakan menjadi sampah masyarakat lah. Karena saya juga boleh dikatakan dari keluarga kurang mampu dan petingkah (nakal). Akhirnya saat ada kesempatan merantau, saya ambil itu. Saya ke Jakarta naik truk bareng dua orang rekan,” cerita Hardi seperti yang dikutip Detik.com.

Hingga sekarang Hardi memilih pindah ke jalan utama Pekayon Raya No. 26 sejak dua tahun lalu (2017), yang sebelumnya berposisi di dalam. Pada 2010 ia sempet bikin usaha patungan di MGK Kemayoran. “Di perjalanan  saya juga sempat kerja di dunia entertainment di tahun 2013, namun kemudian, akhirnya saya harus memilih. Saya pilih usaha bengkel jok. Dulu buka di Galaxy, Bekasi tahun 2015 sehingga pindah kesini,” cerita Hardi yang sekarang menerima orderan 10 unit tiap hari. (Ade)

WhatsApp Butuh Info Tambahan? Chat Kami